Perjalanan dari Hosting ke Hosting
Ketika pertama kali punya website, sekitar Oktober 2004, hosting server nya adalah home-made, yang saya taruh di ruang tamu rumah kontrakan. Bermodalkan koneksi ADSL, PC bekas, RedHat Linux, dan DNS dinamis, tidaklah sulit untuk bisa punya web server sendiri. Paling asyik bila menjelang tengah malam, antara tidur dan tidak, ketika mendengar suara berisik server. Kreekkk..kreekkk….kreekkk…pertanda lagi banyak yang akses :-).
Dari server butut itulah saya memulai karir online. Perjalanan dari hosting ke hosting pun tak dapat dihindari. Berikut ini catatan dan rekomendasi singkat tentang beberapa penyedia hosting yang pernah saya singgahi. Mohon maaf untuk link afiliasi di sana-sani. Terakhir, mohon maklum juga, tulisan ini bukan provokasi. Saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin diterima bila Anda mengikuti atau tidak mengikuti rekomendasi yang ada.
Baca lanjutannya »
