Perjalanan dari Hosting ke Hosting

Ketika pertama kali punya website, sekitar Oktober 2004, hosting server nya adalah home-made, yang saya taruh di ruang tamu rumah kontrakan. Bermodalkan koneksi ADSL, PC bekas, RedHat Linux, dan DNS dinamis, tidaklah sulit untuk bisa punya web server sendiri. Paling asyik bila menjelang tengah malam, antara tidur dan tidak, ketika mendengar suara berisik server. Kreekkk..kreekkk….kreekkk…pertanda lagi banyak yang akses :-).

Dari server butut itulah saya memulai karir online. Perjalanan dari hosting ke hosting pun tak dapat dihindari. Berikut ini catatan dan rekomendasi singkat tentang beberapa penyedia hosting yang pernah saya singgahi. Mohon maaf untuk link afiliasi di sana-sani. Terakhir, mohon maklum juga, tulisan ini bukan provokasi. Saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin diterima bila Anda mengikuti atau tidak mengikuti rekomendasi yang ada.

1. Page-Zone.Com.
Karena mau pindahan rumah, ada keinginan untuk migrasi dari home-made server ke penyedia hosting komersial. Tujuannya supaya uptime lebih terjamin. Maklum, saat bersih-bersih, kabel listrik server di rumah sering kali harus dicabut :-). Entah bagaimana ceritanya, PageZone adalah hosting pertama yang saya singgahi.

Komentar:
Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama dengan saya !

2. Reseller Zoom
Kecewa dengan layanan PageZone, saya segera hengkang dari situ. Pilihan pun jatuh ke Reseller Zoom, setelah mencermati beberapa informasi hasil pencarian di Internet.

Komentar:
Uptime, fitur dan support-nya cukup memuaskan. Namun, saya dapati database servernya sering error bila load-nya sedang tinggi. Saya rekomendasikan buat situs dengan trafik rendah (barangkali di bawah 500 visitors/hari). Kalau website yang tidak berbasis database, sepertinya tidak masalah sejauh tidak melebihi resources yang disediakan.

Dua account saya masih aktif di ResellerZoom.

4. HostingZoom.com
Karena database salah satu situs di ResellerZoom sering bermasalah, saya buka account di HostingZoom pertengahan Juni 2006. Oh ya, ResellerZoom dan HostingZoom dikelola oleh perusahaan yang sama.

Komentar:
Kalau untuk performance, HostingZoom.com setingkat di atas ResellerZoom. Salah satu situs yang nangkring di sini adalah Forum Adsense Indonesia alias adsense-id.com. Untuk melihat fitur-fitur yang ditawarkan selengkapnya, silahkan kunjungi situsnya di HostingZoom.com.

Hingga saat ini, saya punya dua account aktif di HostingZoom. Server untuk account terakhir sudah memakai teknologi clustered failover hosting, performance-nya jadi tambah baik.

5. JaguarPC
Sebelum menambah account baru di HostingZoom.com, saya sempat juga membuka account di JaguarPC sekitar awal November 2006.

Komentar:
Performance JaguarPC dan fitur-fitur yang ditawarkannya sekelas dengan HostingZoom. Hanya saja, JaguarPc belum memakai teknologi clustered failover hosting. Yang membuat saya kecewa adalah cara mereka menangani account yang over usage, atau menghabiskan resource server lebih banyak dari yang disediakan. Ketika itu, salah satu situs saya sering membuat database servernya error. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba akses ke situs tadi diblok. Lalu datang email berisi permintaan untuk meng-upgrade account, paling tidak ke semi dedicated server. Celakanya, akses administrasi saya ke account tersebut (cpanel, FTP, SSH, dll) juga diblok. Jadi tidak ada pilihan lain kecuali harus ikut opsi yang ditawarkan atau kehilangan semua file/data di server.

Berikut cuplikan email ketika account tadi diblok.

As you are probably aware that the server Gibson goes under high loads frequently, so much so that the server becomes inaccessible. And only a restart of services brings it back to normal. We have been monitoring this for the last couple of days. After carefully watching the server processes at the time when the load increases and server becomes inaccessible, we have identified that your account “xxxx.yyyy” is one causing this problem with a VERY HIGH web traffic utilizing very high CPU.

You need to upgrade the account to Semi-Dedicated Server.
…..(partially deleted)
We had no choice but to suspend your account to stablize the machine.

Saya pernah punya kasus over usage serupa di HostingZoom, tapi perlakuannya sama sekali berbeda.

5. Servage.
Setelah kecewa dengan JaguarPC, saya buka account di Servage pertengahan November 2006. Performance sever dan support nya lumayan baik, kecuali sempat terkena DoS (Denial of Service) attack sekali tanggal 9 Desember 2006. Saat itu, lebih dari 8 jam website tidak dapat diakses. Berikut cuplikan email dari customer service-nya Servage selang sehari setelah jaringan server mereka diserang DoS:

Our network has been under a major DDoS attack earlier today. This attack was of an altitude that we never experienced before and at its peek consuming multiple gigabits.
…… (partially deleted)
Most customers may not have noticed or been affected by this problem but still we feel it was best to inform you about the issue.

We sincerely apologize for the inconvenience.

Komentar:
Servage bisa jadi salah satu alternatif tempat hosting yang handal. Kapasitas dan bandwith yang ditawarkan membuat kita terpesona, entah kapan bisa menghabiskannya :-)

Oh ya, kekurangan Servage bagi saya, tidak tersedianya akses SSH, dan Cron job-nya yang berbasis web. Karena itu, servage saya rekomendasikan buat mereka yang tidak membutuhkan kedua hal di atas.

Anyway, sekarang saya punya 3 account aktif di servage. Ada yang berminat :-)

6. DreamHost.
Sempat juga melirik DreamHost, yang menawarkan kapasitas dan bandwidth cukup besar seperti halnya Servage. Namun niat itu saya urungkan setelah mendengar kabar burung yang tersebar di berbagai URL. Mau dengar kabar yang sama?

—>1. http://www.dreamhost-sucks.com/

—>2. Kabar dari Google:
Coba search pakai Google untuk frase-frase berikut ini, (jangan lupa pakai tanda kutip)

“DreamHost Sucks” : 26,700 results
“Hosting Zoom Sucks”: 4 results
“Reseller Zoom Sucks”: 7 results
“Servage Sucks”: 52 results
“Jaguar PC Sucks”: 18 results
“Imhosted Sucks”: 9 results
“Page Zone Sucks”: 1 results

Data di atas semuanya diperoleh saat posting ini ditulis. Khusus Page-Zone, barangkali karena tak punya pelanggan, jadi no complains :-)

Sebagai catatan tambahan, ada juga rekan yang punya pengalaman positif dengan DreamHost. Jadi, silahkan saja mencari informasi tambahan lain yang lebih faktual dan akurat.

UPDATE: 16 Januari 2008
Beberapa situs saya, saat update ini ditulis, sudah hampir setahun bersama DreamHost. Komentar secara umum: DreamHost tidak sejelek yang saya duga. Saya kira bisa disetarakan dengan Servage.

2 Comments

  1. Bimo Awang Y on 30.04.2007 at 00:16 (Reply)

    Wah hebat nih, ngomong2 untuk cara pembayarannya biasanya bagaimana? Kalo ngak salah kan rata-rata semuanya ada di luar negeri. Mohon info-nya.
    Trims.

  2. maruf on 31.05.2007 at 01:01 (Reply)

    Salam kenal Bung keeper,
    Pertama kali aku masuk websitenya bung Keeper langsung semangat deh, Oh ya, Gue sebenarnya pengen punya Domain, karena selama ini akue pake blog sebagai host free domain, tapi kalau punya domain, kira2 apa yang harus di pertimbangkan, caranya bagaimana tuh untuk ngelola dan pembayaranya bagaimana, please send to me via emailku Bunk

    Thank atas infonya
    sukses selalu

Leave a comment