Tonggak Waktu Masa Depan versi Futuris Jepang

Meski yang bakal terjadi di masa depan sepenuhnya tak pasti, kebanyakan orang selalu haus dengan prediksi-prediksi futuristik (masa depan). Prediksi yang saya maksud di sini bisa saja untuk hitungan hari, minggu, bulan, tahun, bahkan beberapa dekade ke depan.

Ranah “meramal masa depan”, secara tradisional sudah lama diisi para peramal (fortuneteller) yang menghiasi berbagai peradaban di dunia, meski fungsinya lebih ke individu-sentrik. Misalnya, meneropong keberuntungan seseorang, jodohnya, penghasilannya, promosi kerja, dan lain-lain.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, ranah “meramal masa depan” pun menjelma menjadi kerja-kerja profesional. Yang tugasnya membuat prediksi akan fenomena, teknologi dan gelombang budaya baru yang bakal hadir serta menganalisis (kemungkinan) dampaknya terhadap kehidupan manusia di berbagai sisi. Panggilan kepada para “pengintip” masa depan ini pun lebih trendi ketimbang fortuneteller tradisional. Ya, mereka kerap dipanggil futurologis atau futuris. Bidang ilmunya sendiri biasa disebut dengan futurologi.

Di Jepang sendiri, seperti dilansir harian berbahasa Inggris The Japan Times, spesialis futurologi sudah mulai mendapatkan tempat meski belum sepopuler di negera-negara barat. Salah satunya adalah Masataka Yoshikawa, direktur riset pada The Institute of Life and Living yang berinduk pada Hakuhudo Inc, sebuah agensi periklanan terbesar kedua di Jepang.

Baru-baru ini Yoshikawa dan institusinya meluncurkan the future timeline yang mencoba memperkirakan tonggak-tonggak waktu penting di masa depan. The future timeline sebenarnya hanya hasil kompilasi informasi yang mereka dapatkan dari berbagai sumber. Informasi itu sendiri dapat berupa rencana kerja strategis (baik pemerintah maupun perusahaan), prospek, dan statistik yang berkenaan dengan berbagai hal di masa depan. Prediksi yang ada di future timeline itu dibuat untuk tahun 2007 hingga 2100, memakan rentang 93 tahun. Meski sebagian prediksi lebih tertuju pada Jepang, namun banyak juga hal-hal menarik yang bersifat global.

Berikut ini beberapa cuplikan yang saya kutip dari The Japan Times versi cetak edisi 31 Desember 2006. Informasi lebih lengkap dapat diakses secara online di the future timeline (berbahasa Jepang).

Telekomunikasi dan TI

2007: Sistem telekonferensi yang menampakkan ukuran sebenarnya (life-size) para pengguna di berbagai lokasi akan meramaikan pasar. Dengan teknologi ini, seakan para pengguna tadi sedang berada di ruang yang sama.

2010: Kementerian telekomunikasi Jepang mengembangkan sistem komputer yang dapat mendeteksi informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan rumor-rumor tak berdasar yang beredar di Internet.

2015: Semua desa di seluruh dunia terkoneksi ke Internet.

2025: Pesawat telpon yang dilengkapi dengan perangkat penerjemah real-time akan beredar di pasaran.

2043: Di Amerika Serikat, surat kabar versi cetak akan hilang (digantikan versi online).

Teknologi

2010: Sebuah proyek kerjasama Amerika - Jepang akan menghasilkan semikonduktor berukuran 32-nanometer.

2010: Jaringan penyedia jasa hotel di Amerika akan membuka sebuah hotel di ruang angkasa.

2025: Robot-robot yang dapat menyelamatkan korban tenggelam (drawning people) akan populer.

2030: Ongkos produksi untuk menghasilkan energi dari tenaga surya akan turun menyamai ongkos produksi tenaga nuklir.

2050: Pemain sepak bola humanoid (robot yang struktur tubuhnya menyerupai manusia) akan dikembangkan.

Medis

2009: WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) akan meningkatkan kemampuan produksi vaksin untuk melawan flu burung (avian flu) guna memenuhi jumlah sepertiga populasi dunia.

2010: Jumlah penderita AIDS di China akan mencapai 10 juta orang; setiap penduduk di negara sedang berkembang akan mendapat akses untuk pengobatan AIDS; dan jumlah anak-anak yang kehilangan orang tua akibat AIDS di Afrika sub-Sahara akan mencapai 18 juta.

2020: Manusia hasil teknologi kloning pertama akan lahir.

2030: Keberadaan Carcinogen di lingkungan hidup akan teridentifikasi, sehingga membantu pencegahan penyakit kanker.

2100: Di abad ke-21, satu juta orang korban meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok.

Populasi-Kependudukan

2020: Empat puluh persen (40%) dari jumlah penduduk Jepang adalah mereka yang berumur 60 tahun atau lebih.

2050: Jumlah penduduk dunia (yang lebih kurang 3 milyar orang di tahun 1960) akan mencapai 9.1 milyar orang.

2050: Sekitar 21.7% penduduk bumi adalah mereka yang berumur 60 tahun atau lebih.

2100: Jumlah penduduk Jepang mendekati 64 juta orang, menjadi setengah dari jumlah sekarang.

Lingkungan

2050: Sekitar 1 juta dari species hewan dan tumbuhan di darat saat ini akan punah akibat pemanasan global (global warming).

2100: Temperatur rata-rata di Jepang akan meningkat 2 hingga 3 derajat.

2100: Permukaan laut akan naik lebih kurang 50 cm akibat pemanasan global.

Lain-lain

2016: Pendapatan per kapita China akan melampaui Jepang.

2025: China akan menjadi negara terbesar secara ekonomi, mengalahkan posisi Amerika.

2075: Lebih dari 4 milyar orang di bumi akan menderita akibat kekurangan air.

No Comments

Leave a comment